Showing posts with label Rangkuman IBD. Show all posts
Showing posts with label Rangkuman IBD. Show all posts

1. TINJAUAN KONSEP ILMU BUDAYA DASAR

 

Ilmu budaya dasar sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Karena konsep ilmu budaya dasar mencakup masalah antara manusia dengan kebudayaannya. Dan factor yang menyebabkan terhambatnya konsep ilmu budaya dasar dalam kehidupan sehari-hari ialah dari system pendidikan nasional. Tetapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai system pendidikan nasional tetapi bagaimana konsep ilmu budaya dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya konsep ilmu budaya dasar sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dan dengan adanya konsep ilmu budaya dasa diharapkan mampu memberikan latar belakang mahasiswa untuk mendalami kebudayaan Indonesia. Sebagai contohnya ketika saya menemui beberapa segerombolan remaja yang sedang asyik membicarakan konser justin bieber. Dengan antusias mereka membicarakan justtin dan berniat untuk datang ke konser tersebut. Sungguh miris rasanya, ketika banyak generasi muda yang lebih mencintai music luar negri. Jika diadakan pertunjukkan wayang atau ludruk, pastinya banyak yang enggan untuk datang. Ini bisa terlihat bahwa rendahnya minat generasi muda yang kurang begitu menyenangi wayang. Ini disebabkan karena banyaknya music-musik luar negri yang tampil lebih fresh dan easy listening dibandingkan dengan pertunjukkan wayang yang monoton dan membosankan.

Karena itulah, dibutuhkan ide-ide, inovasi terbaru untuk perkembangan konsep ilmu budaya dasar. Karena yang saya lihat selama ini, konsep ilmu budaya dasar kurang mengena dalam kehidupan sehari-hari apalagi dikalangan mahasiswa/i. alangkah baiknya memberikan pemahaman kepada semua kalangan khususnya kepada mahasiswa/I dengan cara yang menarik dan inovatif sehingga membuat mereka tertarik sehingga dengan mereka tertarik, mereka akan mempelajarinya bahkan mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari.

Selain contoh sederhana diatas, contoh lain ialah ketika adanya lomba debat anatr universitas. Melihat dari banyaknya universitas yang ikut membuat panitia kewalahan menangani peserta debat. Debat pu dimulai dan kali ini topic yang dibahas ialah BBM bersubsidi dan non subsidi. Para peserta megikuti debat dengan penuh semagat, hingga akhirnya tersisalah 2 universitas untuk diadu ke babak final. Dan dibabak final temanya pun berbeda dengan babak semifinal ataupun penyisihan yaitu NII . debat pun dimulai, para peserta saling memberikan argument pro dan kontra hingga akhirnya didapat 1 pemenang yaitu universitas gunadarma.

Contoh tadi sudah sedikit banyk menjelaskan bagaimana tujuan dari konsep ilmu budya dasar sering dipakai dalam kegiatan yang positif yaitu debat. Karena seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa salah satu tujuan konsep ilmu budaya dasar ialah mengusahakan komunikasi dialog anta mahasiswa, dan itu sudah sering dilakukan.

Untuk itu, marilah kita sebagai generasi muda untuk bisa mengaplikasikan konsep ilmu budaya dasar dalam kehidupan sehari-hari seperti contoh diatas yaitu mengikuti wahan komunikasi dialog antar mahasiswa seperti debat dan lebih mencari atau menggali lebih dalam lagi mengenai konsep ilmu budaya dasar agar kita selain bisa mempunyai latar belakang sebagai bangsa yang kaya akan budaya, tetapi bisa lebih mengetahui bahwa ketika kita mempunyai pengetahuan yang cukup luas kita akan bisa mengembangkan konsep ilmu budaya dasar dengan lebih kreatif, inovatif dan modern.


2. MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

 

Manusia

Siapakah manusia itu sebenarnya? Apakah peranan manusia? Kita akan kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut karena manusia dapat dipandang dari berbagai segi pandang. Ada dua pandangan yang dapat kita jadikan acuan, salah satunya adalah manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait yaitu jasad, hayat, ruh, nafs. Selain itu, manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung tiga unsur yaitu id, ego, dan superego. Id adalah struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Ego merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari id, perkembangannya terjadi antara 1 sampai 2 tahun. Sedangkan superego akan muncul kira-kira pada usia 5 tahun. Superego merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri.

Hakekat Manusia

Manusia adalah materi yang konkret tetapi tak abadi. Artinya jika manusia tersebut meninggal, maka tubuhnya akan hancur dan lenyap. Jiwa yang terdapat di dalam tubuh akan lepas dan kembali kepada Allah S.W.T. Manusia dilengkapi oleh akal, pikiran, perasaan inderawi dan rohani, sehingga manusia dapat menilai yang baik dan yang buruk, menilai keindahan, kehalusan, kebersihan dll. Manusia juga mempunyai perasaan rohani misalnya perasaan intelektual, perasaan estetis, perasaan etis, perasaan diri, perasaan social, perasaan religius.

Manusia perlu berinteraksi satu sama lain, karena manusia terikat dengan lingkungannya dan tunduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia terdiri dari estetis, etis dan religius. Semakin dekat interaksi seseorang dengan tuhannya, maka kehidupan akan semakin tenteram, bahagia, aman dan bermakna.

Kaitan antara manusia dengan kebudayaan

Hubungannya adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan sebagai obyek yang dilaksanakan manusia. Manusia dengan kebudayan merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia agar sesuai dengannya. Manusia tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan karena kebudayaan merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.

Kebudayaan

Pengertian kebudayaan telah menyangkut bermacam-macam definisi. Melville J.herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu. Dalam pengertian sehari-hari kebudayaan dapat diartikan sama dengan kesenian, terutama seni tari dan seni suara.

Kebudayaan berasal dari bahasa sansakerta dan bahasa latin. Secara umum kebudayaan artinya “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya. Atau dapat diartikan pula sebagai segala usaha manusia untuk melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya. Kebudayaan merupakan system nilai dan gagasan utama.

Unsur kebudayaan

Apa saja sesungguhnya kebudayaan itu? Kebudayaan setiap bangsa terdiri dari unsur-unsur besar maaupun unsur-unsur kecil yang merupakan bagian dari suatu kebulatan yang bersifat sebagai kesatuan. C.Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal yaitu system religi, system organisasi kemasyarakatan, system pengetahuan, system mata pencaharian hidup, dan system-sistem ekonomi, system teknologi dan peralatan, bahasa, kesenian. Kebudayaan dibedakan menjadi dua bentuk wujudnya, yaitu kebudayaan rohaniah dan kebudayaan badaniah.

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai 3 wujud yaitu:

1. Kompleks, gagasan, konsep, dan pikiran manusia

2. Kompleks aktivitas

3. Wujud sebagai benda

Menurut C.Kluckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia yaitu:

1. Hakekat hidup manusia ( MH )

2. Hakekat karya manusia ( MK )

3. Hakekat waktu manusia ( WM )

4. Hakekat alam manusia ( MA )

5. Hakekat hubungan manusia ( MN )

Terjadinya perubahan kebudayaan disebabkan oleh:

1. Sebab yang berasal dari masyarakat itu sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk

2. Sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.

Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam system ide yang dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera, rasa keindahan dan bahasa.

Factor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru:

1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontrak dengan kebudayaan dan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut

2. Jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.

3. Corak struktur social suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru.

4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi dterimanya unsure kebudayaan yang baru tersebut

5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.


3. KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSTRAAN

 

Pendekatan kesusastraan

IBD yang berasal dari kata Basic Humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus. The humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dsb. Seni termasuk sastra yang memegang peranan penting dalam the humanities, sifatnya tidak normative sehingga nilai yang disampaikan lebih fleksibel, baik caranya maupun penyampaiannya.

Sastra mempunyai peranan penting karena menggunakan bahasa sehingga lebih mudah berkomunikasi. Filsafat yang juga menggunakan bahasa adalah abstraksi tetapi kurang berkomunikasi. Sastra juga didukung oleh cerita karena dengan cerita orang lebih mudah menggunakan gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif. Para senuman dan karyanya juga sangatlah penting karena seniman adalah media penyampai nilai kemanusiaan yang mampu menangkap hal yang lepas dar pengamatan orang lain.

Mata kuliah IBD akan membantu mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Dan fungsi sastra untuk membahas masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa agar menjadi humanus. Demikian juga filsafat, music, senu rupa dsb.

Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa

Narrative fiction, prose fiction, fiction sering direjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imaginasi.

Dalam kesusastraan Indoensia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.

A. Prosa lama meliputi

1. dongeng-dongeng

2. hikayat

3. sejarah

4. epos

5. cerita pelipur lara

B. prosa bane meliputi

1. cerita pendek

2. roman/novel

3. biografi

4. kisah

5. otobiografi

Nilai-nilai dalam prosa fiksi

Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:

1. Prosa fiksi memberikan kesenangan

2. Prosa fiksi memberikan informasi

3. Prosa fiksi memberikan waarisan cultural

4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan

Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasannya terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan di luar dirinya yang mungkin sangat berlainan dari pribadinya.

Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, contohnya karya sastra pada jaman Jepang. Selain itu karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya, biasanya kategori ini tidak mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu, tetapi untuk merenung.

Ilmu Budaya Dasar menitikberatkan manusia pada segala persoalannya. Manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan. Seorang manusia yang ingin mencurahkan isi hatinya tentu tidak semudah berbincang-bincang karena ada konsekwensi yang mengikatnya.

Ilmu budaya yang dihubungkan dengan puisi

Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra adalah bagian dari kesenian, dan kesenian adalah unsur dari kebudayaan. Puisi adalah pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Dibalik kata-kata yang padat, ekonomis dan sukar dicerna itu puisi berisi potret kehidupan manusia dan menyuguhkan suasana dan peristiwa kehidupan manusia dan juga kaitan kehidupan kehidupan manusia dengan alam dan Tuhan. Ia merupakan hasil penghayatan manusia dan penyair terhadap kehidupan manusia, terhadap alam dan Tuhan yang diekspresikannya melalui bahasa yang artistic.

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:

1. Figura bahasa

2. Kata-kata yang ambiguitas

3. Kata-kata berjiwa

4. Kata-kata yang konotatif

5. Pengulangan

Alasan yang mendasari penyajian puisi pada mata kuliah IBD.

1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia

2. Puisi dan keinyafan/kesadaran individual

3. Puisi dan keinsyafan social

Secara imaginative, puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia social yang bisa berupa:

• penderitaan atas ketidakadilan

• perjuangan untuk kekuasaan

• konflik dengan sesamanya

• pemberontakan terhadap hukum Tuhan


4. MANUSIA DAN CINTA KASIH

 

A. Pengertian cinta kasih

Cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Selain itu, cinta adalah pengikat manusia dengan Tuhannya.

Dr.sarlito W.Sarwono mengatakan bahwa cinta memiliki tiga unsure keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Cinta itu mengandung kesetiaan yang amat kuat,kecemburuannya besar,tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman.

Di dalam kitab suci Al-qur’an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan:tinggi,menegah, dan rendah. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta terhadap Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat,harta dan tempat tinggal. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan atau persahabatan. Karenanya, hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka semakin akrab. Cinta yang terendah adalah cinta yang paling keji, hina, dan merusak kemanusiaan.

B. KASIH SAYANG

Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. ‘Pemuda percintaan muda-mudi. Bila diakhiri dengan perkawinan, maka di dalam berumah tangga keluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat kasih mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang.

Belas Kasihan

Kasihan atau rahmah berarti besimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Dalam surah Al-qolam ayat 4, maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.

Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.

Cinta Persaudaraan

Cinta persaudaraan diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta persaudaraan tidak mengenal adanya batas-batas manusia yang berdasarkan suku bangsa,bangsa,ataupun agama.

Cinta Erotis

Kasih sayang yang bersumber dari cinta erotis (sifat memberahikan),memang merupakan suatu yang sifatnya eksklusif (khusus) sehingga sering memperdayakan cinta yang sebenarnya.

C. CINTA MENURUT AGAMA

Cinta diri

Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup. Selain itu, permohonannya yang terus menerus agar dikaruniai harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan kenikmatan kehidupan lainnya.

Cinta kepada sesama manusia

Al-quran menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.

Cinta seksual

Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga. Yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta ini, lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara sah, yaitu dengan perkawinan.

Cinta kebapakan

Dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisioligis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan factor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meniggal dunia.

Cinta kepada Allah

Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang makan mencintai mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya.

Cinta kepada Rasul

Cinta kepada Rasul, yang diutus oleh Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah . Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat dalam luhurnya.


5. MANUSIA DAN KEINDAHAN

 

Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk sehingga dapat berkomunikasi setelah mempunyai bentuk.

Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya ‘garis besar estetika’, dalam bahasa inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful” dalam bahasa Perancis “beau”, sedang Italia dan Spanyol “bello” berasal dari kata latin ”bellum”.

Keindahan pada dasarnya adalah alamiah yang merupakan ciptaan Tuhan. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dst.

Alasan seniman menciptakan keindahan:

1. Tata nilai telah using

2. Kemerosotan zaman

3. Penderitaan manusia

4. Keagungan Tuhan

Erns Cassirer mengatakan bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan selama-lamanya, kemolekan bertambah, dan tidak pernah berlalu ke ketiadaan. Menurut Keats, orang yang mempunyai konsep keindahan hanya tertentu jumlahnya. Mereka mempunyai negative capability, yaitu kemampuan untuk selalu dalam keadaan ragu-ragu, tidak tertentu dan misterius tanpa mengganggu keseimbanga jiwa dan tindakannya hanya pikiran dan hatinya yang selalu diliputi keresahan.

Pada hakekatnya negative capability adalah suatu proses. Keraguan, ketidaktentuan dan misteri adalah suatu proses. Proses inilah yang membuat seseorag menjadi kreatif.

Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.

Sebagian ahli pikir menjelaskan bahwa keindahan pada dasarnya sejumlah kualitas/pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal. Kualita yang paling sering disebut adalah kesatuan, keselarasan, kesetangkupan, keseimbangan dan keterbalikan. Selanjutnya dalam hal keindahan itu dikatakan tersusun dari berbagai keselarasan dan keterbalikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi dalam suatu benda diantara benda itu dengan si pengamat.

Herbet Read merumuskan definisi bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan inderawi kita. Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan. Dalam keselarasan itu seseorang memiliki perasaan-perasaan seimbang dan tenang, mencapai cita rasa akan sesuatu yang terakhir dan rasa hidup sesaat di tempat-tempat kesempurnaan yang dengan senang hati ingin diperpanjangnya.

Jadi, kesimpulannya keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Adapula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan diantara benda itu dengan si pengamat.

Apakah nilai estetik itu? Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Nilain adalah semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.

Keindahan dapat dinikmati menurut selera dan selera biasa. Keindahan pada selera seni didukung oleh factor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.


6. MANUSIA DAN PENDERITAAN

 

PENGERTIAN PENDERITAAN

Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin. Semua orang akan mengalami penderitaan yang diberikan oleh Tuhan supaya manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Bagi manusia yang imannya kuat akan sadar dan segera bertaubat dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang lebih berat dari yang dialaminya.

Penderitaan yang akan dialami oleh semua orang , hal itu merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan.

PENDERITAAN DAN PERJUANGAN

Penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam . Hal ini membuat manusia itu lebih kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.

Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia itu hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita.

SIKSAAN

Siksaan yaitu siksaan badan atau siksaan jiwa. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang psikis misalnya kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Kebimbangan dialami seseorang bila pada suatru saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.

A.Kesepian

Kesepian dialami oleh seseorang berupa rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya.dan hal ini akan terus dirasakannya walaupun dia dalam lingkungan orang ramai.

B. Kebimbangan

Kebimbangan dialami oleh seseorang apabila pada satu saat dia tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya,pada saat sesorang akan menentukan pilihan pergi atau tidak,atau dalam menentukan siapakah dari kawannya yang ingin dijadikan pacar tetapnya.

KEKALUTAN MENTAL

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung, cemas, ketakutan, apatis dll.

Sebab-sebab kekalutan mental yaitu:

1. Kepribadian yang lemah

2. Terjadinya konflik social budaya

3. Cara permatangan batin

Penderitaan maupun siksaan yang dialami oleh manusia memang merupakan beban berat, sehingga dunia ini benar-benar merupakan neraka dalam hidupnya. Bagi mereka yang mulai merasakan tidak mampu lebih lama menderita, biasanya terlontar kata-katanya lebih baik mati dari pada hidup. Mereka merasa putus asa lalu mengambil jalan pintas dengan bunuh diri.

PENDERITAAN, MEDIA MASSA,DAN SENIMAN

Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca dan penonton dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

Penderitaan dan sebab-sebabnya:

A. Penderitaan yang timbul akibat perbuatan manusia

1. Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap oleh majikannya.

2. Perbuatan buruk para pejabat pada zaan orde lama dilukiskan oleh seniman Rendra.

3. Musibah banjir dan yanah longsor di Lampung Selatan akibat penghunian liar di hutan lindung.

B. Penderitaan yang timbul akibat penyakit, siksaan/azab Tuhan

1. Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan.

2. Nabi Ayub mengalami siksaanTuhan

3. Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah

PENGARUH PENDERITAAN

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa positif ataupun negative. Apabila sikap positif ataupun negative dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka mereka akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kamauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan uang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai.


7. MANUSIA DAN KEADILAN

 

PENGERTIAN KEADILAN

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Dengan kata lain keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

PEMBALASAN

Pembalasan berasal dari kata balas, artinya cara atau perbuatan yang bertujuan untuk memulangkan kembali apa yang pernah dikenakan kepadanya. Pembalasan dapat bersifat positif dan bersifat negatif. Yang bersifat positif cenderung pada aspek-aspek rohani,sedangkan yang bersifat negatif cenderung pada aspek-aspek jasmani.

KEJUJURAN

Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang agama atau hukum.

Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang keadilan menuntun kemuliaan abadi, jujur memberikan kemuliaan dan ketentraman hati, serta menyucikan lagipula membuat luhurnya budi pekerti. Seseorang mustahil dapat memeluk agama dengan sempurna, apabila lidahnya tidak suci. Barang siapa berkata jujur serta bertindaksesuai dengan kenyataan, artinya orang itu berbuat jujur.

KECURANGAN

Kecurangan identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur. Kecurangan artinya apa yang tidak diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Kecurangan dapat membuat manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat. Orang seperti itu biasanya tidak senang apabila ada yang melebihi kekayaannya.

PEMULIHAN NAMA BAIK

Nama baik adalah tujuan utama orang hidup. Setiap orang akan menjaga nama baik masing-masing dengan hati-hati. Terkadang nyawa adalah taruhannya untuk menjaga nama baik. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau p,erbuatan. Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai akhlak.

Untuk memulihkan nama baik, manusia harus tobat dan meminta maaf. Meminta maaf sungguh-sungguh dan harus nertingkah laku sopan, nyaman, ramah, tamah, berbuat budi darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepada sesama.

PEMBALASAN

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk social dan makhluk moral. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan moral pada hakekatrnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.

KEADILAN SOSIAL

Sesuai dengan sila Pancasila yang ke-5, berbunyi: “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia”. Bung Hatta menulisnya sebagai berikut “keadilan social adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur.” Para pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa cita-cita keadilan social dalam bidang ekonomi ialah dapat mencapai kemakmuran yang merata.

Asas yang menuju dan terciptanya keadilan social itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan. Keadilan dan ketidakadilan dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia dan keadilan/ketidakadilan setiap hari.

Untuk mewujudkan keadilan social, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni:

1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap kekeluargaan

2. Sikap adil terhadap sesame

3. Suka memberi pertolongan kepada yang membutuhkan

4. Sikap suka bekerja keras

5. Menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat

Keadilan dan ketidakadilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan/ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan menimbulkan daya kreativitas manusia.

Berbagai macam keadilan

A. Keadilan legal atau keadilan moral

B. Keadilan ditributif

C. Keadilan komutatif


8. MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

 

PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan yang dijadikan pegangan, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup dapat diklasifikasikan menjadi berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam:

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama

2. Pandangan hidup yang berupa ideology di negara tersebut

3. Pandangan hidup hasil renungan

ETIKA

Istilah etika dalam bahasa indonesia berasal dari kata Yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Etika dipergunakan dalam mengkaji suatu sistem nilai yang ada, misalnya etika itu sesuai atau tidak norma yang berlaku. Istilah lain untuk etika yang sering dipergunakan dalam masyarakat adalah susila atau akhlak.

CITA-CITA

Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa mendatang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Seseorang mencapai cita-citanya tergantung 3 faktor, yaitu:manusia memiliki cita-cita, kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan, seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.

Suatu cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu, masyarakat dan bangsapun memiliki cita-cita juga. Cita-cita suatu bangsa merupakan keinginan suatu bangsa, misalnya bangsa Indonesia mendirikan suatu Negara yang merupakan sarana untuk menjadi suatu bangsa yang mesyarakatnya memiliki keadilan dan kemakmuran.

KEBAJIKAN

Kebajikan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.

Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai makhluk Tuhan. Jika seseorang berbuat sesuatu menurut suara hati, maka tindakan itu adalah baik, begitupun sebaliknya. Baik atau buruk itu dilihat dari suara hati sendiri. Manusiapun juga harus mendengarkan suara hati Tuhan.

Jadi, kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tida merangsang bagi yang melihatnya.

USAHA ATAU PERJUANGAN

Usaha adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Sebagian hidup manusia adalah usaha. Kerja keras dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun tenaga atau kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat martabat manusia.

LANGKAH BERPANDANGAN LEBIH BAIK

Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Dengan mempunyai langkah pandangan hidup, kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Mengenal

Setiap manusia harus sadar akan pandangan hidup sejakn manusia pertama, yaitu Adam. Adamlah yang digunakan sebagai pedoman dan yang memberikan petunjuk kepada manusia.

2. Mengerti

Mengerti terhadap pandangan hidup di sini memegang peranan penting. Karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang tedapat dalam pandangan hidup itu.

3. Menghayati

Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. Mengerti dan menghayati ini ada sikap penerimaan dan hal lain merupakan langkah yang menentukan terhadap langkah selanjutnya.

4. Meyakini

Meyakini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya. Dengan meyakini berarti secara tidak langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu kemudian timbul kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.

5. Mengabdi

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedang perwujudan mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri.


9. MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

 

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain.

KESADARAN

Kesadaran berasal dari kata sadar yang berarti tahu dan ingat atau tahu dan mengerti ataupun insaf. Dengan pengertian tersebut, kesadaran tidak mungkin dapat dilepaskan dari kesadaran moral (bahasa Inggris conscience, bahasa Belanda geweten).

Agar dapat mewujudkannya, selanjutnya kesadran moral harus diikuti dengan tindakan atau tingkah laku yang baik yaitu tingkah laku yang diperintahkan oleh hati nurani.

PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

a. Pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila seseorang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.

b. Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsure keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.

Perbedaan antara pengertian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.

Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Macam-macam tanggung jawab

a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribdian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memedahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.

b. Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia sebagai makhluk social yang membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut.

c. Tanggung jawab terhadap keluarga

Tiap anggota keluarga harus bertanggung jawab kepada keluarganya karena menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,pendidikan, dan kehidupan.

d. Tanggung jawab terhadap Bangsa/Negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga Negara suatu Negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang dibuat oleh Negara.

e. Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan mencipatakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa terlepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai agama.


10. MANUSIA DAN KEGELISAHAN

 

PENGERTIAN KEGELISAHAN

Kegelisahan berrti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

A.KENYATAAN

Kenyataan yang pernah dialami sesorang,misalnya rasa terkejut ketika mengetahui bahwa di bawah tempat tidurnya ada tikus.

B. NEUROTIK

Kecemasan neurotik atau saraf disebabkan oleh pengamatan atau perasaan yang menimbulkan ketgangan pada sarafnya.

C. MORIL

Kecemasan moril umumnya disebabkan oleh pribadai seseorang, setiap pribadi memiliki macam-macam emosi seperti iri,benci,dendam,marah, dan rendah diri.

SEBAB-SEBAB ORANG KEGELISAHAN

Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman darii luar maupun dari dalam.

USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN

Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.

KETERASINGAN

Asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi, kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau dibenarkan oleh masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalam hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain. Kesalahan yang dibuat seseorang dapat membuat orang itu dalam keterasingan.

KESEPIAN

Sepi berarti merasa sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lenggang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.

Kesepian akibat keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong, angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi teman-teman sepergaulan. Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang berharga dibanding orang lain, maka orang itu lebih suka menyendiri. Karena menyendiri itu akibatnya kesepian.

KETIDAKPASTIAN

Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat berkonsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oeh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.

SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTIAN

Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang baru. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, delusi, gerakan-gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan kemampuan untuk menagkap sesuatu.

Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti:

1. Obsesi

2. Phobia

3. Kompulasi

4. Histeria

5. Delusi

6. Halusinasi

7. Keadaan emosi

USAHA-USAHA PENYEMBUH KETIDAKPASTIAN

Untuk penyembuhannya tergantung terhadap mental si penderita. Andaikata penyebab sudah dketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi si penderita adalah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.


11. MANUSIA DAN HARAPAN

 

PENGERTIAN HARAPAN

Harapan tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung dari usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan do’a merupakan sarana terkabulnya harapan.

Harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk. Sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang.

Apa sebab manusia mempunyai harapan?

Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yaitu:

1. Dorongan kodrat

Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan.

2. Dorongan kebutuhan hidup

Manusia mempunyia macam-macam kebutuhan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan hidup itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini karena kemampuan manusia sangat terbatas, bsik kmampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.

KEPERCAYAAN

Kepercayaan adalah mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang behubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain itu dapat dipercaya.

Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan meghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing. Kebenaran merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, memperjuangkan kebenaran.

Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga adalah kebenaran dalm berttindak, berbuat, berupaya, dan berpendapat. Sebab ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.

Berbagai kepercayaan dan usaha meningkatnya

Kepercayaan dapat dibedakan atas:

1. Kepercayaan pada diri sendiri

Percaya pada diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.

2. Kepercayaan pada orang lain

Kepercayaan pada orang lain sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenaran. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya.

3. Kepercayaan pada pemerintah

Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arii hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)

Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karen itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.

4. Kepercayaan pada Tuhan

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain .

a) meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah

b) meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat

c) meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya

d) mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan

e) menekan perasaan negatif seperti, dengki, fitnah, dan sebagainya

HARAPAN TERAKHIR

Aristoteles sudah sampai pada pemikiran,bahwa hidup atau kehidupan ini berasal dari generatio spontanae, artinya kehidupan itu terjadi denga sendirinya, ia belum sampai pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang ada dibumi dan jagad raya berasal dari Tuhan.